Thread Reader

kalong

@cerita_setann

Apr 14, 2021

87 tweets
Twitter

A thread horror NINI MARIYAM #bacahorror #bacahoror @#BacaHorror

Halo.. Assalamu'alaikum Malam ini saya akan bagikan cerita dari teh wulan/ teh loka, Lagi. Langsung aja ke cerita. Jangan lupa RT dan like. Follow juga boleh. Yg mau cerita juga bisa DM.

NINI MARIYAM PEMAKAN ARI-ARI BAYI Di dunia ini hanya sementara tempat kita mengumpulkan bekal amalan menuju alam yang kekal. Setiap perbuatan kita di dunia akan di balas di akhirat, baik atau buruk semua akan di mintakan pertanggung jawabannya.

Bahwasanya hidup ini hanya sekali dan sesaat. janganlah sia-siakan hidup mu dengan hal yang membuatmu sulit, baik di dunia maupun akhirat. Hidup, mati dan rezeki semua rahasia Allah tak ada yang tahu.

Mungkin saja ajal akan menjemput kita hari ini atau bahkan detik ini. Wa'allahualam.

Di sebuah dusun tinggal seorang nenek dalam kesendirian tanpa teman, anak serta sanak saudara. Nenek itu bernama MARIYAM tapi warga sekitar dusun biasa memanggilnya dengan Nini Mariyam atau Nini Iyam.

Di usia senja nya Nini masih Melakukan perbuatan yang menjadikan salah satu larangan umat muslim yaitu menyekutukan Allah. Nini MARIYAM pemuja aliran iblis.

Nini MARIYAM merasa dirinya hebat, kuat dan mampu dengan segala kekuatan nya. Bahkan ia memiliki beberapa murid yang juga seperti dirinya yaitu pemuja iblis.

Nini Iyam sungguh terkenal dengan ilmu yang ia hasilkan yaitu ilmu penguasa Hitam pemakan Ari-ari bayi. Ilmu itu tak bisa membuat ia terbunuh, bahkan membuat para dukun di sekitar dusun itu takluk padanya walaupun ia seorang nenek2 tua.

Di setiap malam Jumat Kliwon selalu melakukan ritual memakan Ari2 bayi yang baru lahir agar kekuatan ilmu hitam tak memakan dirinya . Begitu lah syarat yang mengikat dari pemujaan iblis.

Untuk mengetahui dimana ia harus mencuri Ari2 bayi ia mengutus seekor cicak untuk mengetahui keberadaan orang yang sedang hamil. Cicak itu akan terus memantau sampai waktunya melahirkan dan saat akan melahirkan Nini Iyam akan memantau bahkan menjelma menjadi dukun untuk membantu

Kehidupan sehari-hari layaknya seperti Nenek pada umumnya. Ia melakukan kegiatan ke ladang, berbaur dengan para warga dusun. Sebenarnya Nini Iyam bukanlah penduduk asli dusun itu melainkan berasal dari alas Purwo.

Ia di usir dari alas Purwo oleh penguasaan alam ghaib alas Purwo karena melanggar pantang Mereka. Nini MARIYAM itu seorang anak dari hasil pernikahan Raja Genderuwo dengan seorang gadis dari kalangan Manusia. Jadi Nini Iyam itu berdarah iblis genderowo.

Pantangan yang ia langgar dari kerajaan ghaib yang ada di alas Purwo yaitu memakan bangkai ibunya sendiri. Ibundanya setelah menikah dengan Raja Genderuwo, ia hidup di alam Ghaib dan meninggal saat melahirkan MARIYAM.

Ayah MARIYAM tak menguburkan jenazah istri karena ia akan membangkitkan KEMBALI setelah 100 hari kematiannya. Namun belum seratus harinya, jenazah atau bangkai istri di makan Mariyam yg saat itu memang sedang masa pertumbuhan yg sangat pesat.

Karena Mariyam terlahir dari bangsa iblis pertumbuhan cukup pesat dan tingkat kelaparan juga meningkatkan tanpa di ketahui, ia memakan bangkai ibunya yang saat itu di baringkan di sebuah batu. Mariyam tergiur akan bau busuk yang keluar dari mayat ibunya.

Ia pun memakan bangkai itu hingga bagian tangan kiri tak berbekas di lahapnya. Saat sedang menikmati , ayahnya menghampiri dan sangat murka.

"ANAK SIALAN !! Kau bahkan dengan bodoh nya makan ibumu sendiri !! Pergi !! Tinggalkan kerajaan ku saat ini!!!" Ucap Raja Genderuwo yang tak lain adalah Ayahnya.

Mariyam yang saat itu masih kecil hanya menatap bingung dan menangis. Lalu datanglah seorang pengasuh kemudian membawa pergi Mariyam meninggalkan kerajaan itu. Setelah meninggalkan Kerajaan, Nini Mariyam bersama pengasuh tinggal di sebuah kaki bukit hingga Mariam beranjak gadis.

Sifat iblis Mariyam pun semakin menjadi, membuat pengasuhnya kewalahan mengikuti kemauannya yang harus memakan bangkai atau daging segar. Hingga suatu ketika saat pengasuh tak dapat memenuhi keinginan Mariyam.

Sifat iblis Mariam pun muncul, ia dengan tega membunuh dan memakan jasad pengasuhnya sendiri yang telah merawatnya selama ini. Mariyam terus hidup dengan bangkai atau daging segar. ***

Suatu ketika saat salah satu warga dusun tempat di mana Mariyam dan pengasuh tinggal, ada warga yang melahirkan. Mariyam dengan ramah membantu dan menolong. Setelah persalinan selesai Mariyam begitu tergiur oleh ari ari bayi itu.

Dia pun berpura-pura membantu menguburkan ari ari itu yg sudah ia ganti dengan batu besar, sedangkan ari ari bayi ia simpan di sebuah daun lalu ia bawa pulang. Setelahnya Mariyam pamit untuk pulang.

Dengan tergesa-gesa, Mariyam tiba di rumah menutup pintu rapat rapat dan dengan lahap memakan ari ari bayi yang masih berlumuran darah. Semenjak itulah Mariyam menjadi pemakan Ari-ari bayi.

Apabila ia tak memakan ari ari bayi, maka semua tubuh serta wajahnya tak cantik serta halus lagi. Rasa terbakar serta sakit akan menyiksanya. Pernah suatu ketika Nini mariyam tak bisa makan, kulitnya tiba-tiba berbulu, muka menghitam, wajahnya menjadi tua,

di tambah lagi rasa sakit yang menyiksanya. Saat kondisi seperti itu tak ada seorang pun yang mengetahui.

Suara rintihan kesakitan menghilang seketika saat hadir sosok pria berbadan besar, berbulu, bau busuk serta ada taring panjang menjutai di bagian mulutnya. Sosok itu melihatnya dengan tersenyum sambil berkata.

" Kau tak akan bisa kembali cantik Mariyam. kau hanya bisa hidup lebih lama dan kuat serta di takuti para pemilik ilmu hitam, asal kau terus melakukan pemujaan kepada ku" ucap sosok itu.

"Tolong bantu aku. Aku tak tahan dengan rasa sakit ini. Apapun akan ku lakukan asal rasa sakit ini hilang, aku tak butuh wajah cantik, aku hanya butuh kekuatan." Jawab Nini Mariyam.

"Aku akan membantu menghilangkan rasa sakitmu, dengan cara kau harus terus memakan ari ari bayi, maka kekuatan ilmu hitam mu bertambah dan kau akan kekal hidup selamanya di dunia ini. Semua orang akan tunduk padamu. -

Namun wajah tua mu saat ini tak bisa kembali lagi menjadi gadis seperti semula. Kau juga harus memujaku agar kekuatan mu semakin sempurna. Bagaimana, kau setuju ?" ucap sosok itu.

"Baik. Aku setuju dengan syarat itu. Bantu aku agar bisa mendapatkan ari ari bayi untukku makan " ucap Nini mariyam. " Baiklah kita sepakat " jawab sosok hitam itu.

Dan Nini mariyam pun berubah menjadi sosok Nenek tua berambut putih panjang serta kulit yang mengeriput dan rasa sakit yang luar biasa itupun menghilang, bahkan ia merasa kuat dan hebat.

Sebelum sosok itu pergi meninggalkan Nini mariyam, ia berkata. "INGAT JANJIMU, MARIYAM. TERUSLAH MEMUJA KU. SIAPKAN TEMPAT KHUSUS UNTUKKU DI DALAM RUMAH INI!!". Nini mariyam hanya mengangguk sembari tangannya bersimpuh seolah mengiyakan permintaan itu.

Setelah kejadian itu Nini mariyam pindah ke dusun yang saat ini ia tempati. Hidup sehari-hari layaknya nenek nenek pada umumnya yang masih tampak sehat.

Suatu ketika Pak Iwan berusia sekitar 45tahun salah satu warga dusun itu. Ia mengalami suatu penyakit yang begitu aneh. Sekujur tubuhnya mengeluarkan bau busuk dan mengeluarkan belatung, membuat keluarganya tak tahan untuk merawatnya.

Bukan hanya karena bau busuk yang timbul dari badannya tapi juga jijik dengan belatung yang setiap hari keluar dari tubuhnya. Pak Iwan memiliki dua anak perempuan yang keduanya sudah menikah dan sedang mengandung.

Derita sakit Pak Iwan tak hanya di situ saja, semenjak ia sakit aneh itu sang istri pun pergi meninggalkannya begitu juga dengan kedua anak serta menantunya.

Pak Iwan di tinggal begitu saja dalam keadaan tak berdaya. Desas-desus penyakit Pak Iwan di dengar oleh Nini Iyam di tambah ia mengetahui dua anak perempuan Pak Iwan sedang hamil. Membuat Nini mariyam berpikir untuk menjalankan aksinya.

Nini mariyam mendatangi rumah Pak Iwan yang sudah sangat tak terurus. Dengan membawa bekal makan berniat menjenguk tapi hatinya tak setulus niatnya. " Permisi ada orang di rumah " ucap Nini mariyam dengan nada suara lembut.

" Silahkan masuk saja " ucap Pak Iwan dengan nada lemah. Saat Nini Mariyam membuka pintu rumah itu, bau busuk menyeruak, tapi hal itu justru menjadi sebuah bau wangi untuk Nini mariyam.

"Owalah Nini Mariyam, jangan masuk ni, saya bau dan jijik " ucap Pak Iwan lemah dalam pembaringan nya. "Gapapa Pak, niat saya mau menjenguk, ini saya bawakan sedikit makan untuk mu" ucap Nini sambil menyerahkan bungkusan makanan yang ia bawa.

"Ga perlu repot-repot Ni , saya sakit begini hanya ingin mati biar istri serta anak anak saya gak malu lagi sama penyakit saya" ucap Pak Iwan sambil menangis. Semenjak pak Iwan sakit, keluarganya mengasingkan diri dari para warga dusun yang tak tahan akan bau busuk dari sakitnya

"Jangan ngomong begitu Pak, dirimu pasti sembuh" ucap Nini memberi simpati, padahal hatinya berkata lain. " Ya udah di makan itu makanannya biar cepat sembuh. Nini pamit pulang dulu " Imbuh Nini sambil tersenyum menyeringai sebelum meninggalkan Pak Iwan sendiri.

" Baik Ni makasih sudah bersedia menengok " ucap Pak Iwan sambil memakan makanan yang di bawa Nini Mariyam.

Tak lama terdengar suara teriakan kesakitan memilukan yang berasal dari rumah Pak Iwan, suara berteriak meminta tolong tapi hanya Nini mariyam yang mendengar karena ia belum begitu jauh saat ia beranjak dari rumah pak Iwan.

"Katanya kau mau mati Iwan. Itulah ajal mu!! nikmat bukan makanan penutup kematian mu. Aku akan datang dua hari lagi. ku biarkan dulu tubuhmu menjadi bangkai agar lebih nikmat saat ku santap " Gumam Nini Mariyam kemudian pergi meninggalkan tempat itu. ***

Tepat malam kedua meninggalnya Pak Iwan yang tanpa di ketahui siapapun. Nini Mariyam mendatangi rumah tersebut dengan keadaan yang gelap gulita sambil berjalan dengan senyum menyeringai. "Ayo para iblis, kita makan tubuh si Iwan ini dengan lahap".

Nini Mariyam pun memakannya dengan lahap. Setelah kejadian itu dusun kembali tenang tak ada lagi yang sakit serta kehilangan ari ari. Karena begitulah, kalau Nini Mariyam memakan bangkai atau jasad, ia tak akan beraksi sampai malam Jumat Kliwon selanjutnya.

Keadaan dusun kembali mencekam saat bulan purnama dan tepat malam Kliwon. Suara jeritan kesakitan dari salah satu warga dusun yang saat itu hendak melahirkan. Malam menjadi mencekam hembusan angin yang begitu kencang di tambah terangnya purnama bersinar.

"Ampun... Aku gak kuat!! Ini sakit sekali Bu. Kemana Mas Joko? kenapa lama sekali memanggil dukun di dusun sebelah bu " Ucap Dewi yang sedang berusaha menahan rasa sakitnya kepada Ibunya yang saat itu menjaganya.

Tanpa mereka ketahui Nini Mariyam sudah memperhatikan mereka dari luar rumah itu. Nini Mariyam menjelma menjadi dukun yang biasa membantu persalinan para warga dari dusun sebelah.

Suami Dewi berlari tergesa-gesa ke rumah, ia ingin menyampaikan bahwa dukun beranak di dusun sebelah tak ada di rumahnya. Namun saat hendak tiba di pekarangan rumah, ia terkejut melihat dukun beranak itu ada di depan rumah nya.

" Ya Allah Ni, saya tadi ke rumah Nini tapi Nini ga ada " Ucap Joko kepada Nini Mariyam yang menjelma menjadi dukun beranak. " Ya wes ayo kita masuk bantu istri mu melahirkan" ucap Nini penuh semangat.

Proses persalinan pun berjalan lancar namun tanpa mereka ketahui ari ari bayi Joko dan Dewi di tukar Nini Mariyam dengan sebongkah batu yang ia bungkus dengan kain lalu ia kuburkan selayaknya Ari ari bayi.

Sedangkan Ari ari bayi yg asli ia simpan di sebuah bungkusan yg terbungkus daun pisang. Setelah merasa semua beres Nini pun pamit.

"Saya permisi pulang ya karena sudah malam " ucap dukun jelmaan Nini Mariyam kepada Joko dan Dewi yang saat itu sedang berbahagia atas kelahiran anak mereka. " Ya sudah ayo Ni saya antar pulang, sudah terlalu malam ini dan jauh lagi" Ucap Joko yg beranjak dari duduknya.

" Ga usah, kau temani saja istrimu, aku sudah biasa pulang malam sendirian" ucap Nini menolak halus. " Jangan Ni. Gapapa, biar di antar Mas Joko saja, aku ada ibu yang menjaga" Ucap Dewi membenarkan perkataan Joko suaminya.

" Gapapa aku biasa " Balas Nini yang bergegas jalan pulang. " Ya udah Ni hati hati ya " Ucap Joko. Nini tak menjawab pertanyaan Joko ia bergegas menuju rumah nya.

Saat sampai di rumah, Nini merubah kembali wujud aslinya lalu membuka bungkusan Ari-ari bayi yang terlihat begitu mengiyurkan bagi nya. Saat hendak melahap, Tiba-tiba ada sosok yang mendatangi nya. Sosok itu begitu cantik dan berpakaian serba putih.

"Cukup lah nak !! cukup kau lakukan perbuatan ini, Ibu sedih melihat mu. kembali lah ke alas Purwo dan bertemu lah dengan ayahmu dan memintanya untuk mencabut Sukma mu agar kau tak melakukan hal ini nak ? " Ucap sosok wanita cantik yang tak lain ibunya.

" Siapa kau !! Sembarangan menganggu kenikmatan ku? " Balas Nini murka ke sosok itu.

" Aku Ibumu Nak. Ibu yang melahirkan mu, ibu yang di paksa menikahi ayah iblis mu hanya karena dia menginginkan keturunan dari bangsa manusia. Karena dengan memiliki keturunan dari bangsa manusia, kekuatan dia bertambah dengan mengisap serta memakan tubuhmu hidup-hidup" Jelasnya.

"Manusia dan iblis tak boleh bersatu. Itulah kehendak nya sang Gusti Allah. Apabila kesesatan menghampiri hidupmu serta kemurkaan nya menolak mu, kelak ajal menjemput mu" Imbuhnya.

" He wanita sok pinter !! Aku tak akan mati karena ilmu ku sakti mandraguna. Siapapun tak bisa membuat ku mati hahaha" ucap Nini mariyam sambil melanjutkan memakan Ari ari bayi itu.

" Ajal sang Gusti sangat pedih Nak. Ibu tak ingin kau tersesat nak, kembali lah ke alam mu jangan lagi kau lakukan perbuatan itu" " Aku tak peduli !! Aku akan hidup selamanya dengan memakan Ari Ari bayi ini dengan kenikmatan " Lanjut Nini Mariyam.

" Baiklah bila kau tetap akan pendirian mu maka ridho ku tak menyertai mu, suatu hari kau akan menyesali perbuatan yang akan diketahui oleh semua orang di dusun ini " " Beraninya kau padaku hai wanita sok pinter !! Rasakan mantra pembakar Sukma " Sembari mengucapkan mantra.

Tapi mantra itu tak berefek apapun kepada sang wanita cantik yang tak lain ibunda nya sendiri. " Makhluk macam apa kau tak bisa terbakar oleh mantra ku "

" Aku hamba Allah yang di izinkan membawamu dalam kebaikan cinta ku untuk ke jalan yg Gusti Allah serta ridho ku " " Aku tak percaya ada siapa itu gusti gusti!! itu karena aku lah yang paling kuat sejagat raya alam ini "ucap Nini Mariyam

" Sadarlah nak !! Terlahir dari rahim ku karena kehendak sang Gusti Allah, jadilah pribadi yang lemah lembut !! kau seorang wanita nak " Ucap Ibunya yang berlinang air mata.

" Bedebah !! kau telah berani memerintah ku !! musnah kau dengan ajian matra peleburan Sukma ku ini !! Rasakan!!" Nini Mariyam mengeluarkan semua kekuatan hingga ia sendiri kewalahan dan terpental. " Wahai wanita, siapa kau sebenarnya!!"

"Aku adalah ibu mu nak, percayalah hal itu , ibu yang melahirkan mu, walaupun aku tak membesar kan mu karena kematian memisahkan kita " " Kenapa kematian itu memisahkan kita? kenapa !!" Tanya Nini Mariyam penuh amarah.

" Karena kita mahluk ciptaan sang Gusti Allah!! Setiap yang bernyawa akan mengalami kematian. Itulah yang ada ditulisan dalam kitab suci Alquran nak "

" Aku bukan mahluk Gusti Allah !! aku makhluk yang tak akan bisa mati !! Ingat !!! karena aku ratu penguasa kegelapan dari pemuja iblis hahahaha " Ucap Nini Mariyam. Walaupun keadaannya sudah lemah akibat mengeluarkan mantra peleburan Sukma agar sang ibu hangus terbakar,

Tapi Qorin ibunya baik baik saja. "Sudah lah nak kembalilah ke alas Purwo!! kembali ke kerajaan ayahmu, minta ayah mu mencabut Sukma, agar kau kekal abadi bersama ibu!! "

"Kau akan kekal abadi bersama ini karena ketidaktahuan akan agama nak" Imbuh ibu Mariyam mendekati Nini mariyam yang saat itu sudah tak berdaya lagi.

Dengan rahasia Allah, qorin sang ibu membawa Nini Mariyam ke kerajaan ayahnya untuk bertemu dengan sang ayah. " Temui ayah mu minta dia mencabut Sukmo mu!!hanya dia yang bisa mencabut Sukmo mu nak "

Dengan tertatih-tatih, Nini mariyam menemui sang ayah. " Salam hormat Baginda Raja. Aku mariyam menghaturkan sembah hormat pada baginda Raja " ucap Nini Mariyam dalam kondisi tua rentan lemah tak berdaya.

"Kau kembali anak ku kemari lah mendekat dengan ku " Balas raja iblis Genderowo. Nini mariyam berusaha bangkit dari duduk nya namun apa daya kondisinya tak mampu kemudian raja pun menghampiri nya.

"Apa yang terjadi dengan mu nak kenapa kau begini, siapa yang melakukan ini padamu?" Tanya Raja Genderuwo.

" Aku kang mas. aku !! aku tak ingin anakku bernasib sama dengan ku, maka aku mohon lepaskan Sukmo nya biarkan dia tenang dengan kekal abadi bersama ku, sudah cukup semua perbuatan nya " ucap qorin ibu Nini mariyam.

" Dia anak ku biarkan dia tinggal bersamaku " ucap angkuh sang Raja. " Kau hanya ingin memanfaatkan nya agar kekuatanmu bertambah kuat !! sudah cukup kau melakukan itu padaku!!" Ucap sang ibu dengan berderai air mata.

Melihat wanita yang di cintai tanpa belas kasih, Raja iblis mencabut Sukmo Nini Mariyam dari raganya hingga Nini Mariyam menjerit kesakitan yang luar bisa dan Nini Mariyam pun meninggal seketika bersama tetasan air mata yang mengalir di kelopak mata indah nya .

Kini jasad Nini Mariyam berubah menjadi wanita cantik seperti sedia kala dan sang Raja menyuruh beberapa pengawalnya membawa jasad itu ke sebuah tempat.

Hingga kini tempat dimana jasad Nini Mariyam berada, tak seorang pun yang mengetahuinya. Dan Nini Mariyam pergi bersama sang ibu dengan senyuman.

Sukma yang lepas dari raga tak selamanya mati. Kekal abadi bersama kebaikan atau keburukan perilaku selama hidupnya. Terus perbaiki diri menjadi lebih baik, tak butuh pengakuan dari orang karena kebaikan akan terlihat dalam sebuah buku catatan amalan kebaikan kelak.

Sekian Wassalamu'alaikum wr wb Loka RAIHANA Si anak singkong

kalong

@cerita_setann

baca cerita horor https://t.co/S5WAZByzkF kerjasama & share cerita? silahkan DM

Follow on Twitter

Missing some tweets in this thread? Or failed to load images or videos? You can try to .